Rabu, 17 Juni 2015

Cara berhenti merokok dengan teknik SEFT.

Sudah berniat berhenti merokok?
Berhenti merokok bagi para pecandu rokok terkadang adalah suatu hal yang sangat mustahil. Pasalnya, banyak para perokok yang bilang bahwa merokok adalah suatu kebiasaan bahkan suatu kebutuhan. Ibarat orang makan nasi, maka merokok pun juga sama halnya dengan menyantap nasi yang dimakan sehari-hari. Lebih parahnya lagi adalah ketika seseorang yang sudah menjadi pecandu rokok hingga orang tersebut mengatakan bahwa jika disuruh memilih antara makan nasi atau rokok, orang tersebut lebih memilih rokok daripada nasi. Ini berarti rokok sudah mengakar dan menancap menjadi candu di dalam tubuh seseorang.
Banyak para perokok yang pesimis kalau dirinya tidak akan pernah berhasil berhenti merokok walaupun sebenarnya ada cara cepat berhenti merokok. Oleh karena itu mindset seseorang yang mengatakan bahwa menghentikan kebiasaan merokok itu sulit perlu untuk segera dihilangkan.
Berapa kali anda berjanji pada diri anda sendiri bahwa anda akan berhenti merokok mulai besok? Jika anda masih membaca artikel ini, kemungkinan besar anda masih menimbang-nimbang untuk berhenti merokok. Biasanya kita membuat janji untuk berhenti merokok ketika kita mulai kehabisan napas saat berjalan menaiki tangga, setiap kali tenggorokan kita sakit, setiap kali kita membandingkan kondisi fisik kita dengan non-perokok kemudian kita menyadari bahwa kita tidak memadai dibanding mereka.
Berikut saya akan berbagi pengalaman saya berhenti merokok. Saya menjadi pecandu rokok sejak tahun 2010, penyebabnya adalah karena stress. Dari awal saya memang bukan perokok walaupun teman-teman kerja dan lingkungan sekitar saya adalah bisa dibilang lingkungan perokok.
Keinginan saya untuk berhenti menjadi semakin kuat sejak awal tahun 2015 lalu. Saya sering mengingkari janji untuk diri saya sendiri bahwa rokok yang saya beli setiap saya membutuhkannya itu adalah rokok terakhir. Selalu berulang dan berulang terus hingga pertengahan tahun 2015.
Saya merasa saya masih lemah, saya membutuhkan bantuan orang lain untuk menguatkan tekad saya dan membantu saya dengan tindakan real tanpa harus saya yang menjalani tips berhenti merokok sendiri. Hingga pada akhirnya saya dipertemukan dengan pak Fuad Baraja yang menjadi inspirasi dan motivator saya berhenti merokok. Dua kali kedatangan saya kepada beliau telah membuat saya berhenti merokok. Dengan terapi yang beliau lakukan saya akhirnya dapat terlepas dari candu nikotin yang selama ini sulit untuk saya lepaskan.
Seputar pak Fuad Baraja
Saya dan pak Fuad Baraja memiliki riwayat yang sama yaitu kami adalah sama mantan perokok. Hanya yang membedakan adalah saya berhenti karena keinginan saya yang kuat, sedangkan beliau berhenti karena sakit. Sekitar 18 tahun lalu Pak Fuad termasuk pecandu rokok. Namun, disaat yang sama pak Fuad merasa apa yang menjadi kegemaran beliau itu menimbulkan dampak buruk bagi kesehatannya di kemudian hari. Bulan November 1991, dua bulan pertama setelah menikahi istri beliau yaitu Ibu Maria Chrisanty, pak Fuad mengalami batuk-batuk hebat hingga lehernya terasa kering. Penyakitnya itu terus berlangsung selama dua bulan penuh sebelum mengetahui penyebab utamanya.
Saat periksa ke dokter pak Fuad diberi resep untuk meminum obat selama satu minggu. Namun, itu belum cukup mengembalikan kondisi beliau menjadi seperti semula. Karena merasa tidak sembuh, beliau kembali dan disarankan untuk disuntik vitamin selama beberapa hari. "Tapi tetap saja masih batuk-batuk,” ujar beliau kepada saya saat mengobrol sebelum saya diterapi.
Pak Fuad merasa kaget ketika ditanyakan mengenai kebiasaan beliau menghisap rokok. Meski tidak sampai menghabiskan satu bungkus dalam sehari, dokter yang memeriksa beliau menduga, asap tembakau menjadi penyebabnya. "Setelah sore itu saya langsung berhenti rokok dan besok paginya batuk saya malah sembuh. Lalu saya tahan sampai sekarang ini." Ungkap beliau pada saya. “Penyakit itu seakan hilang dibawa asap rokok yang saya tinggalkan dibelakang. Sejak saat itu saya berhenti total. Karena saya yakin, kalau saya merokok lagi pasti saya batuk lagi. Itulah awal saya berhenti merokok. Hal itu terjadi jauh sebelum saya bergabung dalam penanggulangan masalah rokok,” Tutur beliau.

Saya akhirnya berhenti merokok
Akhirnya beliau menanyakan kepada saya apa yang menjadikan alasan saya untuk memutuskan berhenti merokok. Akhirnya saya menjelaskan kepada beliau, sebenarnya saya sudah berniat untuk berhenti sejak lama. Namun rasa ingin merokok yang kuat menjadikan saya susah untuk mewujudkan niat saya tersebut. Janji kepada istri tercinta pun belum dapat saya penuhi. Hingga pencarian saya berhenti kepada beliau. Jumat pagi saya bermaksud menelpon pak Fuad untuk membuat janji, namun pada waktu itu beliau sedang ada di Surabaya memberikan penyuluhan tentang rokok disalah satu perusahaan swasta. Akhirnya saya disarankan menghubungi beliau kembali keesokan harinya.
Sepulang dari kantor istri saya mengajak saya berbicara serius. Istri saya menceritakan bahwa anak kami yang berumur 2,5 tahun melakukan hal yang membuat kami ingin marah, terharu, kesal dan semuanya bercampur menjadi satu. Waktu itu istri sedang menjemur pakaian di halaman rumah kami. Anak kami pun ikut bermain di luar rumah. Putri kecil kami mengambil sebuah jengkok ( kursi kecil ) dan meletakkannya di sudut tembok dekat gerbang rumah, ia pun duduk disitu. Tak lama kemudian putri kami menghampiri keranjang sampah yang ada disisi lain rumah dan mengambil puntung rokok yang berada di samping keranjang sampah tersebut. Ia kembali ketempat jengkok dengan membawa puntung ditangannya. Ia pun duduk dan memegang puntung rokok tersebut seolah dia sedang merokok. Melihat hal tersebut spontan istri saya merebut puntung dan membuangnya. Setengah marah istri saya menanyakan kepada putri kami,”dede ngapain…!!,” dan dengan polosnya putri kami menjawab, “kayak ayah…,”. Cerita tersebut menjadikan hati saya menangis seketika, saya merasa telah memberi contoh yang tidak baik terhadap putri kami. Kisah tersebut menjadikan tekad saya semakin kuat untuk segera berhenti merokok. Hal itu saya ceritakan kepada pak Fuad dan menjadi salah satu motivasi saya untuk berhenti merokok. Mungkin kelalaian saya pula untuk membuang puntung rokok tidak tepat pada tempat sampah. Mungkin yang perlu kita ingat adalah anak merupakan peniru terbaik, maka dari itu kita sebagai orang tua harus memberi dan menjadi contoh terbaik didepan mereka.
Setelah saya dan pak Fuad berbincang panjang lebar akhirnya saya pun diterapi oleh beliau. Setelah selesai terapi saya bermaksud ingin belajar dan ingin menjadi seperti beliau sehingga saya juga dapat menolong teman, saudara dan siapa saja yang menjadi pecandu nikotin namun ingin sembuh. Akhirnya saya disarankan untuk mengikuti pelatihannya. Semua saran beliau saya laksanakan dan saya sekarang bertekad untuk membantu menyelamatkan teman-teman dari pengaruh buruk akibat merokok tersebut.
Mungkin itu saja kisah saya mengenai berhenti merokok semoga menjadikan anda yang membaca tulisan saya menjadi menguatkan niat untuk segera berhenti merokok. Bagi yang ingin berhenti merokok namun susah saya bersedia membantu untuk sharing bersama serta melakukan terapi SEFT kepada anda. Bagi anda yang berdomisili di area bekasi dan sekitarnya anda dapat datang ke kediaman saya dengan menelpon saya terlebih dahulu karena dikhawatirkan saya sedang tidak ada di rumah. Berhenti merokok adalah sebuah hidayah dari Allah yang sepatutnya kita syukuri. Adapun alamat saya adalah sebagai berikut.
TAUFIK DARMAWAN
Perumahan Puri Mutiara Indah Blok CL 30 Jalan Cakalang 9
Desa Karangraharja Rt 05 Rw 08, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi
Jawa Barat. Pos 17530
Pin BBM 7E6CAABC
HP : 0857 8005 6375
FB : TAUFIK DARMAWAN






Testimoni :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar